September 18, 2017

Menu Boot pada GNU/Linux Debian

Selamat malam, sobat. Kali ini saya akan membahas Menu Boot pada GNU/Linux Debian yang sempat terputus pada postingan Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama. Mungkin langsung saja saya apa saja Menu Boot pada GNU/Linux Debian dan mungkin hampir semua sistem operasi GNU/Linux ada menu-menu ini waktu proses installasinya ini.
Menu Boot pada GNU/Linux Debian

Menu-menu boot pemasangan pada GNU/Linux Debian tersebut adalah:
1. Graphical Install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode standar atau normal dengan antarmuka grafis. Setelah di-booting, program pemasang akan memandu kita selangkah demi selangkah secara berurutan.

2. Install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode standar atau normal dengan antarmuka teks (newt). Fungsionalitas dari pemasang berbasis teks ini pada dasarnya sama dengan pemasang grafis, karena pada dasarnya keduanya menggunakan program yang sama, namun dengan frontend yang berbeda.

3. Advanced options
Menu ini akan menampilkan menu opsi-opsi lanjutan dari pemasang Debian.
Menu Boot pada GNU/Linux Debian

Opsi-opsi lanjutan pada pemasangan GNU/Linux Debian tersebut adalah:
a. Graphical expert install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode ahli dengan antarmuka grafis. Mode ahli ini memberikan kendali yang lebih lengkap atas pemasang Debian. Dalam mode ahli ini kita akan langsung dihadapkan pada menu utama dari pemasang Debian yang harus kita pilih sendiri setiap menu dalam proses pemasangan satu per satu. Jika kita ingin mengonfigurasi jaringan dengan alamat IP statis, memilih sendiri kernel yang akan kita pasang atau ingin menggunakan LILO sebagai bootloader sistem, maka kita disarankan untuk menggunakan mode ahli ini.

b. Graphical rescue mode
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode penyelamatan atau perbaikan dengan antarmuka grafis. Mode perbaikan ini dapat kita gunakan untuk memperbaiki sistem Debian ketika terjadi kerusakan, seperti gagal booting setelah dilakukan peningkatan dan lain-lain.

c. Graphical automated install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode otomatis dengan antarmuka grafis. Mode otomatis ini dapat memasang dengan lengkap sistem Debian secara otomatis menggunakan metode “preseeding”.

d. Expert install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode ahli dengan antarmuka teks (newt).

e. Rescue mode
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode penyelamatan atau perbaikan dengan antarmuka teks (newt).

f. Automated install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode otomatis dengan antarmuka teks (newt).

g. Speech-enabled advanced options
Menu ini akan menampilkan menu opsi-opsi lanjutan dari pemasang Debian dengan dukungan sintesis berbicara aktif.
Menu Boot pada GNU/Linux Debian

Opsi-opsi lanjutan pada speech-enable advanced options tersebut adalah:
i. Expert speech install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode ahli dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

ii. Rescue speech mode
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode penyelamatan atau perbaikan dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

iii. Automated speech install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode otomatis dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

4. Install with speech synthesis
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

Sistem live Debian juga dapat kita gunakan sebagai media pemasangan sistem operasi Debian. Namun jika kita menggunakan sistem live Debian tersebut, maka kita akan menemukan menu pemasang Debian yang tidak selengkap menu pada CD pemasang Debian standar.
Menu Boot pada GNU/Linux Debian

Menu-menu pemasang GNU/Linux Debian pada CD Live tersebut adalah:
1. Graphical Debian Installer
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan antarmuka grafis.

2. Install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan antarmuka teks (newt).

3. Debian Installer with Speech Synthesis
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

Mungkin cukup itulah beberapa penjelasan tentang Menu Boot pada GNU/Linux Debian ini. jangan lupa untuk membaca postingan Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama dan Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua ini ya. Dan mari membuat Indonesia menuju open source yang lebih baik. Saya tunggu saran, kritik dan masukan di kolom komentar dibawah ini.

Read More

September 10, 2017

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Selamat malam, sobat. Kali ini saya akan melanjutkan postingan sebelumnya yang Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama yang sempat tertunda kemarin. Mungkin langsung saja saya mulai langkah-langkah untuk Installasi GNU/Linux Debian bagian kedua ini.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

9. Mengatur pengguna dan kata sandi
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengatur pengguna dan kata sandi. Dalam langkah ini, kita akan menetapkan dua hal. Yang pertama adalah menetapkan kata sandi untuk akun root. Akun root ini merupakan akun yang memiliki hak istimewa dalam sebuah sistem Unix atau mirip Unix (Unix-like). Akun ini memberi kita kemampuan untuk melakukan semua aspek administrasi sistem, termasuk menambahkan akun pengguna, mengubah kata sandi pengguna, memeriksa berkas catatan, memasang perangkat lunak dan lain-lain. Seorang pengguna jahat atau tidak terpercaya dengan akses “root” dapat menyebabkan bencana bagi sistem, sehingga kita harus berhati-hati dengan cara memilih kata sandi yang tidak mudah ditebak. Kata sandi tersebut juga tidak boleh berupa kata yang dapat ditemukan dalam kamus atau kata yang dapat dengan mudah dihubungkan dengan diri kita. Sebuah kata sandi yang baik akan berisi sebuah percampuran dari huruf, angka dan tanda baca serta selalu diganti secara teratur.

Akun root ini tidak boleh memiliki kata sandi kosong. Jika dalam kolom masukan kata sandi ini kita biarkan kosong, maka akun root akan dimatikan atau dinonaktifkan dan akun pengguna pertama sistem akan diberikan kemampuan untuk melakukan kegiatan administrasi sistem menggunakan perintah “sudo”.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Hal selanjutnya adalah membuat akun pengguna biasa. Akun pengguna ini akan digunakan untuk melakukan aktivitas non-administratif. Untuk membuat akun ini, hal pertama yang dilakukan adalah menetapkan nama lengkap atau nama asli dari pengguna.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Kemudian kita dapat menetapkan nama dan kata sandi untuk akun pengguna tersebut.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

10. Mengonfigurasi jam
Langkah selanjutnya adalah memilih zona waktu sesuai dengan kota tempat tinggal kita saat ini. Jika zona waktu yang diinginkan tidak terdaftar dalam senarai, kita dapat kembali mengulangi langkah pemilihan bahasa atau “Choose language” dan memilih negara yang menggunakan zona waktu yang kita inginkan tersebut.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

11. Mempartisi diska dan memilih titik kait
Langkah selanjutnya setelah konfigurasi jam adalah mempartisi diska. Langkah ini merupakan langkah yang cukup merepotkan dan berisiko terutama bagi para pengguna pemula, karena jika kurang hati-hati hanya dengan sedikit kesalahan data-data yang tersimpan di dalam diska dapat terhapus seluruhnya. Oleh karena itu, sangat disarankan agar melakukan pencadangan data terlebih dahulu untuk menghindari risiko kehilangan data tersebut.

Pembuatan partisi ini terdiri atas beberapa langkah. Saat memasuki langkah ini, secara otomatis pemasang Debian akan mendeteksi diska keras yang terpasang di komputer. Selanjutnya kita dapat membuat partisi diska, membuat sistem berkas, menetapkan titik kait dan secara opsional mengonfigurasi opsi-opsi yang terkait erat dengan pembuatan partisi seperti RAID, LVM atau perangkat terenkripsi. Perkakas pemartisi yang digunakan dalam pemasang Debian ini merupakan perkakas yang serbaguna. Perkakas tersebut memungkinkan kita untuk membuat banyak skema partisi yang berbeda, yaitu dengan menggunakan berbagai tabel partisi, sistem berkas dan peranti blok tingkat lanjut.

Pertama kali kita memasuki bagian dari menu pemartisi ini, kita akan diberikan kesempatan untuk mempartisi keseluruhan diska atau ruang kosong yang tersedia di dalam diska secara otomatis (pemartisian terpandu). Jika kita tidak ingin membuat partisi secara otomatis, kita dapat memilih opsi manual yang terdapat di dalam menu.

Untuk pembuatan partisi ini, maka Blog Dika akan mengulasnya satu-satu bagian dalam partisi GNU/Linux Debian dan sejenisnya (intinya hampir sama) pada artikel Pengertian Bagian dari Partisi GNU/Linux selanjutnya. Mungkin langsung saja untuk mempersingkat postingan ini, saya mencontohkan permbuatan partisi seperti ini.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Selanjtnya kita dapat langsung memilih “Finish partitioning and write changes to disk” yang terdapat di dalam menu. Dan kita pilih “Yes” untuk mengonfirmasi penerapan perubahan tabel partisi pada diska.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Setelah perubahan tabel partisi ditulis ke diska, maka pemasang Debian akan melakukan pemformatan sistem berkas pada partisi-partisi yang telah ditandai untuk diformat.

12. Memasang sistem dasar
Setelah proses pemartisian selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah memasang sistem dasar Debian. Pada saat ini, pemasang Debian akan memasang paket-paket dasar sistem Debian, seperti paket kernel Linux, perkakas manajemen paket (dpkg dan apt), utilitas inti GNU (coreutils) dan lain-lain. Pemasangan sistem dasar ini akan membutuhkan waktu selama beberapa menit (bergantung pada spesifikasi perangkat keras yang kita gunakan).
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Jika kita memasang menggunakan pemasang Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih kernel yang akan dipasang dan penggerak (driver) yang akan dimuat ke dalam berkas citra “initrd”.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

13. Mengonfigurasi manajer paket (apt)
Setelah proses pemasangan sistem dasar Debian selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mengonfigurasi perkakas manajer paket, yang dalam hal ini adalah perkakas apt. Langkah ini dimulai dengan pemindaian terhadap media CD atau DVD pemasangan oleh pemasang Debian. Jika pemindaian telah berhasil dilaksanakan, maka pemasang Debian akan mendaftarkan media CD pemasangan tersebut sebagai sumber arsip paket Debian yang akan digunakan di dalam proses pemasangan. Setelah itu kita akan ditanya apakah kita ingin memindai media CD yang lain atau tidak.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Setelah itu kita juga akan ditanya apakah kita ingin menggunakan cermin jaringan (cermin arsip paket Debian) atau tidak. Cermin jaringan ini menyediakan paket perangkat lunak yang lebih lengkap dan versi paket yang lebih baru dibandingkan dengan CD pemasangan. Jika kita memiliki sambungan jaringan internet yang bagus, maka akan sangat disarankan untuk menggunakan cermin jaringan ini. Namun jika tidak, maka dengan CD pemasangan saja sebenarnya sudah mencukupi untuk digunakan dalam pemasangan sistem operasi Debian ini terutama jika kita menggunakan media pemasangan berupa media DVD.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Jika kita memilih untuk menggunakan cermin jaringan, maka kita akan diminta untuk memilih cermin arsip paket Debian yang ingin kita gunakan. Dalam penentuan cermin ini, kita sebaiknya memilih cermin yang kita ketahui memiliki sambungan jaringan internet yang terbaik dengan diri kita. Namun jika kita tidak mengetahui perihal cermin tersebut, maka kita dapat memilih cermin yang terletak di dalam negara tempat kita tinggal saat ini.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Setelah kita memilih cermin jaringan maka pemasang debian akan mengunduh berkas senarai paket yang berasal dari cermin secara otomatis untuk memperbaharui senarai paket yang dapat dikenali oleh perangkat manajer paket (apt).

Jika kita memasang menggunakan pemasang Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan pemutakhiran untuk rilis Debian, dan layanan perangkat lunak backport. Layanan pemutakhiran tersebut adalah pemutakhiran keamanan dan pemutakhiran rilis.

Pemutakhiran keamanan ini akan membantu menjaga sistem kita tetap aman dari berbagai serangan. Pemutakhiran rilis menyediakan versi perangkat lunak yang lebih baru yang berubah relatif sering dan jika kita tidak memiliki versi terbaru dari perangkat lunak tersebut dapat menyebabkan berkurangnya kegunaan dari perangkat lunak. Selain itu pemutakhiran ini juga menyediakan perbaikan-perbaikan regresi. Sedangkan perangkat lunak backport merupakan perangkat lunak yang diambil dari versi pengembangan agar dapat bekerja dengan rilis walaupun belum dilakukan pengujian secara lengkap, termasuk beberapa aplikasi dengan versi yang lebih baru yang mungkin menyediakan fitur-fitur yang berguna.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

14. Mengonfigurasi sayembara popularitas paket Debian
Sayembara popularitas paket Debian atau Debian Popularity Contest ini merupakan sebuah proyek yang dibuat untuk memetakan penggunaan paket Debian. Proyek ini mendapatkan informasi penggunaan paket dalam bentuk data statistik dari para pengguna secara anonim menggunakan perkakas “popularity-contest”. Perkakas ini akan dijalankan sekali dalam seminggu dan akan mengirimkan informasi tersebut kepada para pengembang Debian. Proyek ini kemudian dapat menggunakan informasi ini untuk mengetahui kepentingan dari masing-masing paket, yang akan mempengaruhi prioritas yang akan diberikan kepada paket-paket tersebut. Secara khusus, paket terpopuler akan disertakan di dalam CD pemasangan Debian, sehingga dapat memudahkan pengguna yang tidak ingin mengunduh atau membeli satu set CD pemasangan secara lengkap dalam mengakses paket tersebut.

Perkakas popurarity-contest ini hanya akan diaktifkan jika pengguna menginginkannya. Hal ini dimaksudkan untuk menghormati kerahasiaan penggunaan pengguna. Di dalam proses pemasangan sistem operasi Debian ini, kita dapat memilih untuk ikut serta berpartisipasi dalam sayembara popularitas ini atau tidak.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

15. Memilih dan memasang perangkat lunak
Sampai dengan saat kita memulai langkah ini, hanya perangkat lunak inti sistem yang baru terpasang. Untuk menyesuaikan sistem menjadi yang kita butuhkan, kita dapat memilih untuk memasang sejumlah perangkat lunak tambahan yang telah dikelompokkan dalam beberapa kelompok perangkat lunak yang telah ditetapkan. Sebagai contoh di dalam panduan ini, kita akan memilih memasang lingkungan desktop Xfce, peladen cetak, dan utilitas sistem standar.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Selanjutnya pemasang Debian akan memasang paket-paket yang termasuk dalam kelompok perangkat lunak yang telah kita pilih. Pemasangan perangkat lunak ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama (bergantung pada spesifikasi perangkat keras yang kita gunakan, jumlah perangkat lunak yang akan dipasang dan seberapa baik sambungan jaringan internet yang kita gunakan jika kita memilih untuk menggunakan cermin jaringan).
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

16. Memasang bootloader
Setelah proses pemasangan perangkat lunak tambahan kita lakukan, maka kita dapat melakukan langkah yang terakhir yaitu memasang bootlader pada diska. Bootloader ini merupakan sebuah program yang digunakan untuk memuat dan memulai sistem operasi. Program ini akan memuat kernel sistem operasi ke dalam memori dan mengeksekusinya. Program ini juga menawarkan sebuah menu yang memungkinkan pengguna untuk memilih kernel untuk memuat sistem operasi atau memilih sistem operasi yang akan di-booting.

Program bootloader baku yang digunakan sistem operasi Debian adalah GRUB (GRand Unified Bootloader). Program ini dapat bekerja dengan sebagian besar sistem berkas, mudah dikonfigurasi dan mendukung banyak sistem operasi. Sebelum bootloader dipasang, pemasang Debian akan mencoba untuk memeriksa sistem operasi lain yang telah terpasang pada mesin. Jika menemukan sistem operasi yang didukung, maka bootloader akan dikonfigurasi untuk dapat melakukan booting sistem operasi lain ini di samping Debian. Jika kita memasang sistem operasi Debian dalam mode booting UEFI, maka bootloader akan dipasang secara otomatis pada partisi ESP (EFI System Partition). Namun jika kita memasang dalam mode BIOS lawas, maka kita dapat memilih untuk memasang bootloader pada sektor mbr (master boot record) atau pada partisi lain (seperti partisi root atau partisi /boot sistem operasi). Pemasangan bootloader pada mbr ini perlu dilakukan jika kita ingin menjadikan komputer hanya akan berisi satu sistem operasi saja atau jika kita ingin menjadikan bootloader sistem operasi Debian ini sebagai bootloader baku (jika multi-booting). Selain itu kita juga dapat memilih peranti atau kandar yang akan menjadi target pemasangan bootloader.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Jika kita memasang sistem operasi Debian dalam mode BIOS lawas dengan menggunakan pemasang Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih untuk memasang LILO sebagai bootloader sistem kita.

17. Menyelesaikan pemasangan
Setelah bootloader telah selesai dan berhasil dipasang, maka hal tersebut merupakan tanda bahwa kita telah berhasil menyelesaikan proses pemasangan sistem operasi Debian ini. Maka langkah selanjutnya adalah kita dapat menghidupkan atau mem-booting ulang komputer kita untuk mem-booting sistem operasi Debian kita yang baru. Dan jangan lupa untuk melepaskan media pemasangan yang sebelumnya kita gunakan.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Akhir kata, selamat! Kita telah berhasil memasang sistem Debian 9 “Stretch” pada komputer. Kini kita dapat memulai untuk belajar dan bekerja menggunakan salah satu sistem operasi terbaik di dunia yang ada saat ini “Debian GNU/Linux”.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Akhirnya, selesai juga beberapa tahapan untuk Installasi GNU/Linux Debian - Bagian kedua ini. Sebelumnya mohon maaf, updatetannya agak lama juga. Dan jangan lupa untuk membaca postingan sebelumnya Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama sebelum membaca postingan ini ya. Saya tunggu saran, kritik dan masukan di kolom komentar dibawah ini.
Read More

September 04, 2017

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama

Selamat malam, sobat. Berhubung saya susah tidur, jadi saya sempetin aja buat nulis blog ini. Kali ini saya akan membahas bagaimana Installasi GNU/Linux Debian (maaf ya, saya bagi 2 tahap karena agak panjang). Mungkin langsung saja saya mulai langkah-langkah untuk Installasi GNU/Linux Debian bagian pertama ini.
Intallasi GNU/Linux Debian

Setelah kita mengetahui tahapan Persiapan Installasi GNU/Linux Debian, kini kita telah dapat memulai Installasi sistem operasi Debian GNU/Linux. Di dalam tahapan installasi ini, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Langkah-langkah tersebut adalah:
  1. Menyalakan komputer.
  2. Memasang media installasi yang telah disiapkan ke komputer.
  3. Mengarahkan komputer agar mem-booting media installasi.
  4. Untuk dapat mengarahkan komputer agar membooting dari media installasi, kita dapat membuka menu pemilihan media booting yang dimiliki oleh firmware sistem dan memilih nama media pemasangan yang kita ingin gunakan yang tercantum dalam menu tersebut. Untuk membuka menu tersebut kita dapat menekan tombol “Esc”, “F12”, “F11” atau tombol lain yang ditentukan oleh pihak pabrikan. Untuk perangkat komputer yang menggunakan firmware sistem UEFI, biasanya akan ada keterangan tambahan UEFI pada menu pemilihan media booting. Jika kita ingin mem-booting media installasi dalam mode UEFI, kita dapat memilih nama media installasi yang terdapat keterangan tentang UEFI pada menu. Seperti pada gambar yang terlihat di bawah ini.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Namun jika sebelumnya kita telah menentukan prioritas media booting ke jenis media pema- sangan yang kita gunakan pada menu pengaturan firmware sistem, maka langkah untuk meng- arahkan atau memilih media booting ini dapat kita lewati.
  5. Menjalankan sistem installasi GNU/Linux Debian.
  6. Setelah media installasi kita pilih, komputer akan memulai mem-booting sistem installasi Debian. Saat pemasang tersebut booting, kita akan ditunjukkan dengan sebuah menu tampilan yang berisi beberapa masukan yang dapat dipilih untuk memulai sistem installasi Debian GNU/Linux dalam berbagai mode. Menu ini sebenarnya adalah tampilan menu dari program bootloader yang digunakan oleh sistem installasi. Di dalam sistem installasi yang ditujukan untuk arsitektur x86 dan x86-64, kita akan menemui dua program bootloader yang berbeda yang masing-masing dari keduanya ditujukan untuk mendukung berbagai mode booting dari sistem komputer. Untuk mendukung booting dalam mode UEFI, sistem installasi Debian menggunakan GRUB2 sebagai bootloader. Sedangkan untuk mendukung booting dalam komputer yang menggunakan firmware sistem BIOS atau mode BIOS lawas, sistem Installasi Debian menggunakan bootloader ISOLINUX. Seperti pada gambar dibawah, dengan menggunakan mode UEFI.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Berikut penjelasan tentang Menu Boot pada GNU/Linux Debian diatas. Karena saya hanya akan membahas installasi Debian dalam mode standar atau normal dengan antarmuka grafis saja, maka menu-menu diatas tidak akan saya ulas installasinya. Oleh karena itu, untuk memulai installasi, kita pilih saja menu Graphical Install. Jika teman-teman pembaca ingin menggunakan mode lain, maka bisa menggunakan panduan yang disediakan oleh pihak lain.
  7. Memilih Perlokalan.
  8. Langkah pertama yang harus dilakukan setelah sistem installasi Debian kita jalankan adalah memilih pelokalan. Dalam tahapan ini, kita akan diminta untuk memilih bahasa yang ingin kita gunakan dan lokasi atau negara tempat kita tinggal saat ini. Dalam memilih bahasa ini, sebaiknya kita memilih bahasa yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari atau jika tidak, bahasa tersebut merupakan bahasa yang sudah kita kuasai (minimal secara pasif). Bahasa yang kita pilih tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahasa pengantar selama proses installasi dan sebagai bahasa baku yang akan digunakan di dalam sistem yang terpasang.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Bahasa baku yang digunakan oleh sistem installasi adalah bahasa Inggris, tapi disini saya akan menggunakan bahasa Indonesia. Untuk sistem installasi Debian 9 ini mendukung sekitar 75 bahasa, namun hanya 21 bahasa yang menyediakan terjemahan secara lengkap. Selanjutnya tinggal di-yes dan lanjutkan.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Selanjutnya kita akan diminta memilih lokasi atau negara yang kita tinggali saat ini. Lokasi yang kita pilih ini akan digunakan untuk mengatur zona waktu kita dan juga dapat membantu kita dalam memilih pelokalan sistem.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Jika ternyata kombinasi pemilihan bahasa dan lokasi atau negara yang kita pilih tidak dapat didefinisikan oleh pelokalan sistem yang terdapat dalam senarai pelokalan, maka kita akan diminta untuk memilih pelokalan yang kita inginkan yang tersedia untuk bahasa yang kita pilih tersebut. Sebagai contoh, jika kita memilih bahasa Inggris sebagai bahasa untuk sistem installasi dan sebagai bahasa baku untuk sistem terpasang serta lokasi Indonesia, maka kita tidak akan dapat menemui pelokalan “en_ID” di dalam senarai pelokalan. Oleh karena itu sebagai gantinya kita dapat memilih pelokalan “en_US.UTF-8” untuk sistem kita.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Jika kita mem-install menggunakan installer Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih pelokalan tambahan untuk sistem.
    Intallasi GNU/Linux Debian
  9. Konfigurasi Keyboard.
  10. Langkah selanjutnya adalah, kita memilih tata letak papan ketik yang kita inginkan. Sebagai contoh, kita akan memilih tata letak “American English”.
    Intallasi GNU/Linux Debian
  11. Mendeteksi dan mengaitkan CD-ROM serta memuat komponen installasi Debian.
  12. Setelah melakukan konfigurasi papan ketik, proses selanjutnya adalah mendeteksi dan mengaitkan CD-ROM serta memuat komponen installasi Debian dari CD.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Jika kita memasang menggunakan mode normal, maka proses-proses tersebut akan dilakukan secara otomatis oleh installer Debian. Namun jika kita menggunakan mode ahli, kita juga dapat memilih komponen-komponen installer Debian tambahan yang mungkin menarik bagi kita sebagai pengguna agar dapat ikut dimuat.
    Intallasi GNU/Linux Debian
  13. Mengonfigurasi jaringan.
  14. Langkah selanjutnya adalah mengonfigurasi jaringan. Saat kita memasuki langkah ini, installer Debian akan mendeteksi perangkat jaringan yang terdapat di dalam komputer. Jika di dalam komputer terdeteksi lebih dari satu perangkat jaringan, maka kita akan diminta memilih salah satu dari perangkat tersebut menjadi antarmuka jaringan utama yang akan digunakan selama installasi. Secara baku, installer Debian akan mencoba mengonfigurasi jaringan komputer secara otomatis sejauh mungkin. Jika konfigurasi otomatis gagal, kita akan ditanya apakah ingin mencoba lagi konfigurasi otomatis, melakukan pengaturan manual atau memilih untuk tidak melakukan konfigurasi. Kegagalan konfigurasi otomatis tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor mulai dari kabel jaringan yang tidak terpasang hingga infrastruktur yang hilang untuk konfigurasi otomatis. Dalam konfigurasi jaringan ini, kita juga akan diminta untuk menetapkan nama komputer (hostname) dan nama domain dari komputer kita.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Selanjutnya mengkonfigurasi nama domain.
    Intallasi GNU/Linux Debian

Nah, itulah beberapa tahapan untuk Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama ini. Sebelumnya mohon maaf, berhubung saya sudah ngantuk dan artikel ini sepertinya juga panjang jadi saya bagi ke dalam 2 postingan saja. jangan lupa untuk melanjutkan membaca postingan Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua ini ya. Saya tunggu saran, kritik dan masukan di kolom komentar dibawah ini.
Read More

September 01, 2017

Persiapan Installasi GNU/Linux Debian

Halo, bertemu lagi di Blog Dika, kali ini saya akan membahas tentang Persiapan Installasi GNU/Linux Debian. Nah, kemarin saya sudah membahas tentang apa itu debian dan debian-installer? Sekarang saya akan mencoba mengulas persiapan sebelum menginstallnya. Langsung saja yuk, apa itu persiapan sebelum menginstall GNU/Linux debian ini?
Persiapan Installasi Linux Debian

Sebelum kegiatan pemasangan sistem operasi dilakukan, ada beberapa langkah yang mungkin perlu dilakukan sebagai langkah-langkah persiapan pemasangan. Dengan adanya persiapan yang baik, maka diharapkan kegiatan pemasangan dapat berhasil dilaksanakan dengan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti. Langkah-langkah persiapan yang dapat dilakukan adalah:
  1. Mencari dan menggali informasi yang diperlukan, terutama yang berkaitan dengan perangkat keras dan sistem operasi yang akan digunakan serta pengaturan jaringan (jika komputer terhubung pada jaringan), kemudian mempelajarinya serta mencatat atau menuangkan informasi-informasi tersebut dalam sebuah senarai.
  2. Memeriksa kompatibilitas perangkat keras. Banyak produk dapat bekerja tanpa masalah di GNU/Linux. Apalagi, dukungan perangkat keras di GNU/Linux terus ditingkatkan setiap hari. Namun sampai dengan saat ini, sistem operasi GNU/Linux masih belum bisa menjalankan berbagai jenis perangkat keras seperti beberapa sistem operasi yang lain seperti Microsoft Windows dan Apple macOS. Salah satu cara untuk memeriksa atau mencoba kompatibilitas perangkat keras di Debian GNU/Linux 9 adalah dengan menggunakan sistem live Debian (Debian Live System). Sistem live Debian tersebut juga dapat digunakan sebagai media pemasangan Debian. Informasi lebih lengkap tentang sistem live Debian ini dapat ditemukan dalam laman http://www.debian.org/CD/live/.
  3. Memenuhi persyaratan perangkat keras minimum. Sebagaimana sistem operasi yang lain, sistem operasi Debian GNU/Linux juga menetapkan aturan tentang persyaratan perangkat keras minimum (Minimum Hardware Requirement). Aturan ini memberikan gambaran kepada para pengguna tentang batasan minimum perangkat keras yang sebaiknya dipenuhi untuk dapat menjalankan sebuah sistem Debian. Batasan ini sebenarnya bukanlah batasan yang mutlak, karena sebagaimana perangkat lunak bebas yang lain, pengguna akan diberi kebebasan dalam membangun sistemnya sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Untuk Debian GNU Linux 9 arsitektur i386 dan amd64, persyaratan perangkat kenas minimum yang disarankan adalah sebagai berikut:
    -> Prosesor Pentium 4, 1 GHz (untuk sistem desktop). Untuk sistem arsitektur amd64 prosesor harus mendukung set instruksi tambahan 64 bit atau x86-64.
    ->  Untuk pemasangan tanpa desktop, RAM minimal 128 MB (disarankan 512 MB) dan peranti diska keras (harddisk) 2 GB.
    ->   Untuk pemasangan dengan desktop, RAM minimal 256 MB (disarankan 1 GB) dan peranti diska keras (harddisk) 10 GB.
    • Mengidentifikasi dan menentukan segala kebutuhan dan keinginan.
    • Membuat rencana pemasangan.
    • Membaca dan mempelajari panduan pemasangan sistem operasi Debian GNU/Linux. Sangat disarankan bagi para calon pengguna agar selalu membaca manual, panduan maupun dokumentasi sebelum melakukan sesuatu, termasuk dalam hal pemasangan sistem operasi. Untuk sistem operasi Debian GNU/Linux 9, panduan pemasangan resmi dapat dibaca dalam laman https://www.debian.org/releases/stable/installmanual. Di dalam laman tersebut disediakan panduan pemasangan yang lengkap untuk seluruh arsitektur yang didukung oleh Debian GNU/Linux 9. Jika dirasa panduan tersebut tidak cukup membantu, kita bisa membaca dan mengikuti panduan yang dibuat oleh pihak lain, baik dalam bentuk artikel, buku elektronik maupun dalam bentuk video. Sebagai pengguna kita dapat memilih panduan yang menurut kita paling mudah untuk dipahami dan diikuti.
    • Menentukan metode pemasangan. Sistem operasi Debian dapat dipasang dari beberapa jenis media, selama firmware sistem mesin (BIOS atau UEFI) mengizinkannya. Media-media tersebut antara lain media cakram optis (CD-ROM, DVD-ROM dan BD-ROM), kandar USB atau tang penyimpanan USB, jaringan dan peranti diska keras (harddisk). Sebagai pengguna kita dapat memilih media pemasangan yang paling sesuai untuk kita.
    • Memperoleh media pemasangan sistem. Sejauh ini, cara yang paling mudah untuk memasang Debian GNU/Linux adalah dengan menggunakan seperangkat CD-ROM/DVD-ROM resmi Debian. Seperangkat media cakram optis tersebut dapat kita dapatkan dengan membelinya dari penjual atau vendor media pemasangan Debian. Informasi tentang para vendor tersebut dapat kita temukan dalam laman https://www.debian.org/CD/vendors/. Selain itu, kita juga dapat mengunduh berkas-berkas citra pemasang Debian melalui laman unduh resmi Debian di https://www.debian.org/CD/http-ftp/, atau melalui cermin Debian yang tersebar di seluruh dunia, contohnya adalah cermin Debian yang disediakan oleh peladen milik kampus Universitas Indonesia (http://kambing.ui.ac.id/debian/). Senarai lengkap situs cermin Debian tersebut dapat ditemukan dalam laman https://www.debian.org/mirror/list.en.html. Harus selalu dipastikan bahwa arsitektur dari media pemasangan yang dipilih atau berkas citra yang diunduh tersebut telah tepat sesuai dengan arsitektur dari perangkat komputer yang akan dipasangkan.
      Berkas citra pemasang Debian merupakan berkas citra hibrida dan tersedia dalam beberapa bentuk, yaitu:
      -> Berkas citra CD minimal untuk pemasangan melalui jaringan (“netinst CD”).
      -> Seperangkat berkas citra CD dan DVD penuh. Hanya CD atau DVD pertama yang dapat di-booting dan menyediakan semua berkas yang dibutuhkan untuk memasang sebuah sistem Debian standar. Sedangkan CD atau DVD kedua dan seterusnya berisi kumpulan paket yang dapat dipasang dan juga dapat digunakan sebagai lumbung atau repositori luring. Selain itu, juga tersedia berkas citra cakram Blu-ray yang hanya da pat diunduh menggunakan perkakas manajer unduhan jigdo.
      ->  Berkas citra netboot yang digunakan untuk booting dari jaringan.
      ->  Berkas citra sistem live Debian.
      Sedikit catatan bagi kita yang menggunakan komputer dengan firmware sistem UEFI dan ingin memasang sistem operasi dalam mode UEFI, agar memperhatikan jenis firmware sistem UEFI dan arsitektur dari media pemasangan Debian yang akan digunakan atau berkas citra yang akan kita unduh. Secara garis besar, UEFI terbagi atas dua jenis yaitu UEFI 32 bit dan UEFI 64 bit. Permasalahannya adalah media pemasangan Debian dengan arsitektur amd64 atau x86-64 secara resmi hanya mendukung UEFI 64 bit dan begitupun sebaliknya. Sebagian besar perangkat komputer yang ada di pasaran saat ini menggunakan UEFI 64 bit. Oleh karena itu, jika kita ingin memasang sistem operasi Debian dalam mode UEFI, kita dapat menggunakan media pemasangan atau mengunduh berkas citra yang berarsitektur amd64. Namun, jika ternyata komputer yang kita punya menggunakan UEFI 32 bit, maka kita dapat menggunakan media pemasangan atau mengunduh berkas citra yang berarsitektur i386 atau jika kita ingin tetap memasang sistem operasi Debian untuk arsitektur amd64 atau x86-64, kita dapat mengunduh berkas citra multi arsitektur atau multi-arch. Berkas citra multi-arch ini merupakan berkas citra CD minimal atau netinst CD dan untuk mengunduhnya, kita dapat mengunjungi pranala https://cdimage.debian.org/debian-cd/9.1.0/multi-arch/.
    • Mempersiapkan media pemasangan. Setelah berkas citra pemasang Debian telah kita dapatkan, langkah selanjutnya adalah mengekstrak ke media pemasangan yang akan digunakan dan mengaturnya agar dapat dibooting oleh perangkat komputer. Langkah-langkah persiapan media pemasangan harus disesuaikan dengan media pemasangan yang akan kita pilih. Namun, di dalam panduan ini hanya akan membahas persiapan untuk media cakram optis dan kandar USB. Jika kita telah memiliki CD atau DVD pemasang Debian yang berasal dari vendor dan kita memilih untuk menggunakannya sebagai media pemasangan secara langsung, maka langkah ini tidak perlu dilakukan.
      a). Untuk media cakram optis (CD, DVD atau BD-ROM), kita dapat membakar berkas citra pemasang Debian ke dalam media cakram optis yang telah kita sediakan. Proses pembakaran ini dapat menggunakan berbagai perkakas pembakar CD/DVD yang tersedia untuk berbagai sistem operasi yang ada. Jika menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, kita dapat menggunakan perkakas CDBurnerXP, Nero Burning ROM, Nero Express, Power ISO dan lain-lain. Sedangkan jika menggunakan sistem operasi GNU/Linux, kita dapat menggunakan perkakas K3b, Brasero, Xfburn, cdrdao, growisofs, BashBurn dan lain-lain.
      b). Untuk media kandar USB, kita dapat menggunakan dua cara, yaitu:
      --> Menggunakan perkakas pembuat kandar USB bootabel atau perkakas penulis berkas citra ke kandar USB. ika menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, kita dapat menggunakan perkakas Rufus, win32diskimager, Unetbootin, YUMI dan lain-lain. Sedangkan jika menggunakan sistem operasi GNU/Linux, kita dapat menggunakan perkakas Usb ImageWriter, SUSE Studio ImageWriter, GNOME Disks, ISO ImageWriter, Unetbootin dan lain-lain.
      --> Menyalin atau menulis isi berkas citra secara langsung ke kandar USB. Cara ini hanya dapat dilakukan di sistem GNU/Linux. Perintah yang dapat dijalankan adalah antara lain (sebagai contoh berkas citra adalah debian-9.0.0-amd64—DVD-1.iso dan kandar USB dipetakan sebagai /dev/sdb):
      # copy debian-9.0.0-amd64—DVD-1.iso /dev/sdb
      # cat debian-9.0.0-amd64—DVD-1.iso >/dev/sdb; sync
      atau bisa juga dengan ini
      # dd if=debian-9.0.0-amd64—DVD-1.iso of=/dev/sdb bs=1MB && sync
      • Mencadangkan data Salah satu langkah yang cukup penting untuk dilakukan sebelum melakukan pemasangan sistem operasi adalah mencadangkan data terutama data-data penting kita yang ada di dalam diska keras. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kehilangan data saat proses pemartisian diska, pemformatan sistem berkas atau karena sebab lain. Pencadangan data dapat dilakukan secara daring dengan mengunggah data ke layanan penyimpanan awan (seperti Google Drive, Dropbox dan lain-lain) atau secara luring dengan menyalin data secara manual ke media penyimpanan lain (seperti kandar USB, diska keras eksternal dan lain-lain).
      • Mempersiapkan perangkat komputer. Langkah terakhir dalam tahapan persiapan ini adalah mempersiapkan perangkat komputer.
        Hal-hal yang mungkin perlu dipersiapkan antara lain:
        -> Mengkonfigurasi firmware sistem (BIOS atu UEFI). Untuk dapat mengkonfigurasi firmware sistem, kita harus masuk ke menu pengaturan firmware sistem tersebut dengan cara menekan sebuah tombol atau kombinasi tombol sesaat setelah komputer dinyalakan. Sering kali tombol tersebut adalah tombol DEL atau F2. Terkadang, beberapa pabrikan juga menggunakan tombol lain. Di dalam menu pengaturan firmware sistem kita dapat mengkonfigurasi banyak hal, mulai dari perangkat keras, prioritas boot, keamanan, daya, waktu sistem dan lain-lain serta melakukan pemantauan perangkat keras yang terdapat di dalam sistem.
        Jika kita menggunakan perangkat komputer dengan firmware sistem UEFI (Unified Extensible Firmware Interface), kita harus menentukan apakah sistem akan di-booting dalam mode UEFI atau dalam mode BIOS lawas (legacy) melalui CSM (Compatibility Support Module) yang menyediakan kompatibilitas terhadap firmware BIOS (Basic Input Output System) lawas. Selain itu, kita juga sangat dianjurkan untuk menonaktifkan fitur booting aman atau UEFI Secure Boot yang terdapat di dalam UEFI karena sampai dengan rilis Debian 9 ini, Debian masih belum memiliki dukungan untuk fitur tersebut.
        -> Mempersiapkan ruang kosong di dalam diska keras sebagai tempat pemasangan sistem operasi. Langkah ini perlu dilakukan ketika di dalam komputer sebelumnya telah terpasang sistem operasi lain yang masih akan tetap digunakan atau ada data-data penting yang ingin tetap dipertahankan. Untuk mempersiapkan ruang kosong, kita dapat menggunakan berbagai perkakas manajer partisi yang tersedia untuk berbagai sistem operasi yang ada. Dengan perkakas manajer partisi ini, kita dapat membuat, menghapus, mengecilkan, memperluas, membagi dan menggabungkan partisi pada diska keras maupun media penyimpanan lainnya. Jika menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, kita dapat menggunakan perkakas Disk Management atau perkakas manajer partisi pihak ketiga seperti EasesUS Partition Master, Paragon Partition Manager, Mini Tool Partition Wizard, dan lain-lain. Sedangkan jika menggunakan sistem operasi GNU/Linux, kita dapat menggunakan perkakas GParted, KDE Parttition Manager, GNOME Disks, dan lain-lain.
        -> Jika kita saat ini menggunakan sistem operasi Windows 8 atau yang lebih baru dan kita ingin memasang Debian berdampingan dengannya dengan skema booting ganda (dual boot), maka kita sangat dianjurkan untuk menonaktifkan fitur booting cepat (fastboot) atau memulai cepat (fast startup) yang ada padanya. Untuk menonaktifkan fitur tersebut, kita dapat melakukan langkah-langkah berikut:
        --> Kita buka perkakas Control Panel.
        --> Memilih menu Power Option.
        --> Di bilah samping (sidebar), kita pilih menu “Choose what the power buttons do”.
        --> Mengklik pada tautan “Change settings that are currently unavailable”.
        --> Menggulirkan ke bawah sampai menemukan subjudul “Shutdown setting”, kemudian kita hapus centang pada kotak centang (checkbox) “Turn on fast startup (recommended)”.
        --> Menyimpan perubahan tersebut.
        Selain itu, kita harus memastikan partisi bertipe “basic” bukan “dynamic”.
      Nah, jadi itulah beberapa Persiapan Installasi GNU/Linux Debian. Untuk artikel selanjutnya kita akan membahas langkah Installasi GNU/Linux Debian. Mungkin dari saya cukup tentang itu dan semoga berguna buat temen-temen semua yang mampir kesini. Kalau mau ada yang ingin ditanyakan atau masukan dan saran silahkan ke kolom komentar yaa. Sampai jumpa di tulisan berikut.
      Read More

      Agustus 28, 2017

      Apa itu Debian-Installer?

      Halo, bertemu lagi di Blog Dika, kali ini saya akan membahas tentang apa itu debian-installer. Nah, kemarin saya sudah membahas tentang apa itu debian? Sekarang saya akan mencoba mengulas tentang installernya yaitu debian-installer. Langsung saja yuk, apa itu debian-installer?
      Apa itu Debian-Installer?

      Sistem operasi Debian dapat dipasang menggunakan beberapa cara, yaitu dengan menggunakan perkakas “debian-installer” (ini merupakan cara yang paling umum dan lebih banyak dianjurkan) atau dengan menggunakan perkakas “debootstrap”. Perkakas debian-installer ini merupakan sistem pemasangan resmi untuk distribusi Debian sejak rilis Debian 3.1 (Sarge). Perkakas ini dapat mendeteksi perangkat keras yang ada di dalam komputer dan memuat penggerak (driver) yang sesuai, menggunakan perkakas dhcp-client untuk menyiapkan sambungan jaringan, membuat dan memanipulasi partisi menggunakan perkakas partman, menjalankan perkakas debootstrap untuk memasang paket-paket sistem dasar, dan menjalankan perkakas tasksel yang memperkenankan kita untuk memasang perangkat lunak tambahan tertentu. Untuk menyesuaikan sistem sesuai dengan kebutuhan kita, perkakas tasksel akan memperkenankan kita memilih untuk memasang berbagai kumpulan perangkat lunak yang telah ditetapkan seperti sebuah peladen web atau lingkungan desktop. Sedangkan perkakas debootstrap adalah sebuah perkakas yang akan memasang sistem dasar Debian ke dalam sebuah sub-direktori sistem lain yang telah terpasang. Perkakas ini tidak memerlukan sebuah CD pemasangan, tetapi langsung mengakses ke sebuah lumbung atau repositori Debian. Perkakas ini juga dapat dipasang dan dijalankan dari sistem operasi lain, sebagai contoh, kita dapat menggunakan perkakas debootstrap untuk memasang Debian ke dalam sebuah partisi yang tidak digunakan dari sebuah sistem Fedora yang sedang berjalan.

      Perkakas debian-installer terdiri dari sejumlah komponen yang memiliki tujuan khusus untuk melakukan setiap tugas pemasangan. Setiap komponen melakukan tugasnya, mengajukan pertanyaan kepada pengguna yang diperlukan dalam melakukan tugasnya. Komponen-komponen tersebut adalah:
      1. main-menu: Komponen main-menu menampilkan senarai komponen-komponen kepada pengguna selama pengoperasian program pemasang (debian-installer) dan menjalankan sebuah komponen ketika komponen tersebut dipilih. 
      2. localechooser: Komponen localchooser memperkenankan pengguna untuk memilih opsi lokalisasi untuk program pemasang dan sistem yang terpasang nantinya. Opsi-opsi tersebut adalah bahasa, negara dan pelokalan. Pemasang akan menampilkan pesan dalam bahasa yang dipilih, kecuali jika terjemahan untuk bahasa tersebut tidak lengkap, sehingga beberapa pesan mungkin akan ditampilkan dalam bahasa Inggris. 
      3. console-setup: Komponen console-setup menampilkan senarai tata letak papan ketik yang modelnya dapat dipilih oleh pengguna sesuai dengan yang dimilikinya. 
      4. hw-detect: Komponen hw-detect akan mendeteksi secara otomatis sebagian beras perangkat keras sistem, termasuk kartu jaringan, kandar diska dan peranti PCMCIA. 
      5. cdrom-detect: Komponen cdrom-detect akan mencari dan mengaitkan CD pemasang Debian. 
      6. netcfg: Komponen netcfg akan mengonfigurasi sambungan jaringan komputer sehingga komputer dapat berkomunikasi melalui jaringan internet. 
      7. iso-scan: Komponen iso-scan akan mencari berkas-berkas citra atau ISO di dalam diska keras. 
      8. choose-mirror: Komponen choose-mirror menampilkan senarai cermin arsip Debian yang dapat dipilih oleh pengguna sebagai sumber dari pemasangan paket-paket. 
      9. cdrom-checker: Komponen cdrom-checker memeriksa keutuhan dari sebuah CD-ROM yang bertujuan untuk meyakinkan pengguna bahwa CD pemasangan tidak rusak. 
      10. lowmem: Komponen lowmem akan mencoba mendeteksi sistem dengan memori rendah dan kemudian melakukan berbagai trik untuk menghapus bagian debian-installer yang tidak perlu dari memori. 
      11. anna: anna merupakan akronim dari Anna's Not Nearly APT. Komponen ini memasang paket yang telah dipilih dari cermin atau CD yang dipilih. 
      12. user-setup: Komponen user-setup mengeset kata sandi untuk akun root dan menambahkan sebuah akun pengguna bukan root. 
      13. clock-setup: Komponen clock-setup memutakhirkan jam sistem dan menentukan apakah jam ditaur ke UTC atau tidak. 
      14. tzsetup: Komponen tzdata memilih zona waktu berdasarkan lokasi yang dipilih sebelumnya. 
      15. partman: Komponen partman memungkinkan pengguna untuk mempartisi diska yang terpasang pada sistem, membuat sistem berkas pada partisi yang dipilih dan memasangnya ke titik kait. 
      16. partitioner: Komponen partitioner memungkinkan pengguna untuk mempartisi diska yang terpasang pada sistem. Sebuah program pemartisi yang sesuai dengan arsitektur komputer kita dipilih. 
      17. partconf: Komponen partconf menampilkan senarai partisi dan membuat sistem berkas pada partisi yang dipilih menurut perintah pengguna. 
      18. lvmcfg: Komponen lvmcfg membantu pengguna dalam mengonfigurasi LVM (Logical Volume Manager). 
      19. mdcfg: Komponen mdcfg memungkinkan pengguna untuk mempersiapkan RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) perangkat lunak. 
      20. base-installer: Komponen base-installer memasang sekumpulan paket paling dasar yang memungkinkan komputer bekerja di bawah Debian GNU/Linux saat dihidupkan ulang. 
      21. apt-setup: Komponen apt-setup mengonfigurasi APT biasanya secara otomatis berdasarkan media yang digunakan untuk menjalankan pemasang. 
      22. pkgsel: Komponen pkgsel menggunakan perkakas tasksel untuk memilih dan memasang perangkat lunak tambahan. 
      23. os-prober: Komponen os-prober mendeteksi sistem operasi yang terpasang saat ini di komputer dan meneruskan informasi ini kepada komponen bootloader-installer, yang dapat menawarkan sebuah kemampuan untuk menambahkan sistem operasi yang ditemukan ke dalam menu awal bootloader. 
      24. bootloader-installer: Komponen bootloader-installer memasang program pemuat boot (bootloader) pada diska keras yang diperlukan buat komputer untuk memulai menggunakan Linux tanpa menggunakan disket atau CD-ROM. Banyak program bootloader yang memungkinkan pengguna memilih sistem operasi alternatif setiap kali komputer melakukan booting. 
      25. shell: Komponen shell memungkinkan pengguna untuk mengeksekusi sebuah Shell dari menu atau dalam konsol kedua 
      26. save-logs: Komponen save-logs menyediakan cara bagi pengguna untuk merekam informasi pada disket, jaringan, diska keras, atau media lain saat masalah ditemukan, untuk selanjutnya melaporkan masalah perangkat lunak pemasang secara akurat kepada pengembang Debian.

      Nah, untuk di Blog Dika ini, mungkin hanya akan membahas bagaimana memasang sistem operasi Debian 9.0 pada komputer pribadi dengan arsitektur x86 dan x86-64 menggunakan perkakas debian-installer. Untuk pemasangan pada arsitektur lain atau yang menggunakan cara yang lain, kita dapat mengunjungi laman dokumentasi yang telah disediakan oleh para pengembang Debian di https://www.debian.org/releases/stable/installmanual.

      Nah, jadi itulah penjelasan singkat tentang Debian-Installer. Mungkin dari saya cukup tentang itu dan semoga berguna buat temen-temen yang pengen tau apa itu Debian-Installer dan Apa itu Debian. Kalau mau ada yang ingin ditanyakan atau masukan dan saran silahkan ke kolom komentar yaa. Sampai jumpa di tulisan berikut, yaitu Persiapan Installasi GNU/Linux Debian.

      Read More

      Agustus 21, 2017

      Apa itu Debian?

      Halo, bertemu lagi dengan saya :D kali ini saya akan membahas tentang Debian atau Project Debian. yuk ikuti terus yaa, perkembangan blog ini, karena saya akan mulai sedikit lebih aktif lagi untuk mengulas tentang GNU/Linux ini. Langsung saja yuk, apa itu Debian?

      Debian atau Proyek Debian ini adalah sebuah organisasi yang beranggotakan para sukarelawan dari seluruh dunia yang berusaha untuk menghasilkan sebuah distribusi sistem operasi yang seluruhnya tersusun dari perangkat lunak bebas dan mempromosikan cita-cita komunitas Perangkat Lunak Bebas. Produk utama dari proyek ini adalah sistem operasi atau distribusi Debian GNU/Linux, meliputi kernel Linux, berbagai perkakas GNU dan ribuan aplikasi pra-paket (pre-packaged) lainnya. Selain itu, proyek ini juga menghasilkan beberapa varian sistem operasi yang menggunakan kernel selain Linux seperti Debian GNU/FreeBSD yang menggunakan kernel FreeBSD dan Debian GNU/Hurd yang menggunakan kernel GNU Hurd. Proyek Debian secara resmi didirikan oleh Ian Murdock pada 16 Agustus 1993, saat beliau masih menjadi mahasiswa di Universitas Purdue, Amerika Serikat. Nama Debian berasal dari gabungan nama sang pembuat yaitu Ian Murdock dan kekasihnya saat itu yaitu Debra Lynn. Saat itu, keseluruhan konsep dari sebuah distribusi Linux merupakan sesuatu hal yang baru. Ian berangan-angan menjadikan Debian sebagai distribusi yang dibuat secara terbuka, sesuai dengan semangat Linux dan GNU.
      Apa itu Debian?

      Dalam perkembangannya, Proyek Debian ini telah menghasilkan sejumlah rilis stabil. Rilis stabil terakhir saat ini adalah Debian 9 yang menggunakan nama kode pengembangan “Stretch” dan dirilis secara resmi pada tanggal 17 Juni 2017. Dalam rilis ini, terdapat sejumlah perubahan, antara lain:
      • Pemutakhiran paket-paket, seperti:
        • Kernel Linux 4.9.
        • GNU libc 2.24.
        • GNU coreutils 8.26.
        • Lingkungan desktop GNOME Shell 3.22, KDE Plasma 5.8, MATE 1.16, Xfce 4.12, dan lain-lain.
        • Perkakas dan bahasa pemrograman GCC 6.3, Perl 5.24, Python 3.5, PHP 7.0, dan lain-lain.
        • Perkakas perkantoran LibreOffice 5.2, Calligra Suite 2.9, dan lain-lain.
        • Peramban web Mozilla Firefox 52.0 ESR, Chromium 59, klien surel Mozilla Thunderbird 45.0, dan lain-lain.
        • Perkakas peladen web Apache 2.4.25, Nginx 1.10, pangkalan data MariaDB 10, PostgreSQL 9.6, peladen surel Postfix 3.1, Sendmail 8.15, peladen berkas Samba 4.5, dan lain-lain.
      • Pangkalan data MySQL kini digantikan oleh MariaDB.
      • Penambahan dukungan terhadap arsitektur MIPS 64 bit little endian (mips64el) dan penghentian dukungan untuk arsitektur powerpc.
      • Dan lain-lain.
      Debian GNU/Linux 9 secara resmi mendukung 9 macam arsitektur, yaitu:
      • i386 (keluarga prosesor x86 32 bit).
      • amd64 (keluarga prosesor x86 dengan dukungan set instruksi tambahan 64 bit atau x86-64, seperti “AMD64” dan “Intel64”). armel (prosesor ARM 32 bit little endian).
      • armhf (prosesor ARM 32 bit little endian dengan perangkat keras FPU).
      • arm64 (prosesor ARM dengan dukungan set instruksi tambahan 64 bit atau AArch64).
      • mips (prosesor MIPS 32 bit big endian).
      • mipsel (prosesor MIPS 32 bit little endian).
      • mips64el (prosesor MIPS 64 bit little endian).
      • ppc64el (prosesor PowerPC 64 bit mode little endian seperti IBM POWER8 atau yang lebih baru).
      • s390x (IBM S/390 64 bit).
      Nah, jadi itulah penjelasan singkat tentang Debian atau proyek Debian. Mungkin dari saya cukup tentang itu dan semoga berguna buat temen-temen yang pengen tau apa itu Debian. Kalau mau ada yang ingin ditanyakan atau masukan dan saran silahkan ke kolom komentar yaa. Sampai jumpa di tulisan berikut, yaitu tentang Apa itu Debian-Installer.
      Read More

      Juli 25, 2017

      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      Sebelumnya mohon maaf, karena sudah lama sekali gak pernah update blog 😃. Untuk mengawali transformasi blog saya ini, kali ini saya mau berbagi tutorial tentang remastering Linux Ubuntu dengan UCK. Sebenarnya untuk UCK sendiri bisa menggunakan GUI, tapi untuk tutorial ini saya mencoba secara manual (via terminal). Oke, mungkin tanpa basi-basi lagi karena saya juga gak pandai basa-basi, mungkin kita mulai saja. Tapi sebelumnya disini saya menggunakan OS Debian sebagai masternya dan wajib menyiapkan ISO dari OS Ubuntu sebagai OS yang akan diremastering tersebut.
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      Persiapan Remastering dengan UCK

      1. Install package pendukung untuk UCK.
      (disini saya sudah dalam posisi root, ingat tanda #).
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      2. Download Ubuntu Customization Kit (UCK) untuk remastering, atau bisa di download di website resminya http://uck.sf.net kemudian install UCKnya.
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      3. Mengaktifkan Squashfs untuk menjalankan UCK.
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      Unpack File ISO, Initrd, dan Rootfs  

      4. Menyiapkan file ISO Linux Ubuntu (disini saya menggunakan versi 16.04.2). Dan lakukan unpack file ISO.
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      5.  Hasil unpack ISO Ubuntu akan berada di /root/tmp/. Lanjutkan dengan unpack initrd dan unpack rootfs.
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      Customisasi Linux Ubuntu yang akan Di Remastering 

      6. Untuk Customisasi disini saya mencoba mencopy kan wallpaper Linux Host (Debian 8) ke dalam folder hasil remastering di /root/tmp/remaster-root/usr/share/backgrounds/
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      7. Dan juga saya mencopy kan file sublime.deb dari host (Linux Debian) ke folder remaster-root untuk penambahan packagenya.
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      8. Setelah itu kita bisa melakukan Customisasi dengan masuk ke chroot di Ubuntu yang akan kita remastering
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK
      Perhatikan perbedaan jika kita sudah berhasil menjalankan chroot di atas, berarti kita sudah berada di file system dari ISO yang akan kita remastering tersebut.

      9. Sampai disini kita sudah bisa melakukan pengeditan, penambahan dan pengurangan pada ISO Ubuntu kita sendiri.

      10. Mengedit file source.list kemudian lakukan apt-get update agar package dari repository kambing tersebut terupdate.
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      11. Merubah nama Distro  Linux Ubuntu menjadi seperti ini:
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      12. Melakukan Penambahan/Installasi package Linux kita seperti: apache2, php, phpmyadmin, dan mysql melalui apt-get
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      13. Atau bisa juga Installasi package melalui dpkg (Debian Package Manager) atau file yang berektensi .deb
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      14. Atau dapat juga melakukan pengurangan package instalasi ubuntunya, seperti menghapus package yang tidak penting. Dengan menggunakan perinta apt-get purge namapackage atau apt-get remove namapackage.

      Membuat File ISO Linux Ubuntu Baru

      15. Setelah semua package yang di perlukan sudah dimasukkan ke package isntallasinya maka langkah selanjutnya dapat dilakukan yaitu mem-packing file linux ubuntunya menjadi sebuah file ISO, yaitu dengan keluar terlebih dahulu dari mode root remasternya
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      16. Packing initrd hasil remastering
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      17. Setelah itu packing file rootfs
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      18.  Kemudian packing menjadi file ISO
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      19. File ISO hasil pack kita akan berada di folder /root/tmp/remaster-new-files.
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      20. Langkah selanjutnya kita bisa burn atau testing file ISO baru tersebut.

      Uji Coba File ISO Hasil Remastering

      21. Mencoba file iso hasil remastering dapat di lakukan dengan 2 cara, yakni dapat dilakukan dengan burning via flashdisk atau CD/DVD dan dapat juga menggunakan Software VirtualBox.
      Sedangkan disini saya mencoba file ISOnya menggunakan VirtualBox.

      22. Untuk langkah installasi seperti menginstall linux pada umumnya, memang tidak ada perbedaan yang berarti pada waktu installasi Linux hasil remastering tersebut.

      23. Proses Installasi berhasil dan tidak terjadi kendala
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      24. Hasil penambahan package Sublime agar langsung terpasang pada waktu penginstallan.
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      25. Begitu pula dengan package phpmyadmin yang sudah langsung terinstall pada package penginstallan
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      26. Adapula package Apache2 dan mysql yang sudah terinstall akan seperti dibawah:
      Service Apache2 Status
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      Service Mysql Status
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      27. Adapula nama distro linux, dan kodename  dari linux ubuntu sendiri sudah berubah sesuai linux yang kita remaster.
      Remastering Linux Ubuntu Dengan UCK

      Mungkin cukup sekian tutorial tentang Remastering Linux Ubuntu dengan UCK ini. Mungkin Sekiranya ada yang kurang jelas tau ada yang ingin di tanyakan atau mau memberi masukan berupa kritik dan saran silahkan mampir di tab komentar di bawah.
      Read More